Sejarah

Momentum Rakernas Perpamsi yang digelar tanggal 15-16 Nopember 2007 lalu di Jakarta, menjadi tonggak awal terbentuknya Induk Koperasi Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (disingkat INKOP PAMSI). Pasalnya bersamaan dengan rapat akbar para tukang ledeng itu, Perpamsi resmi meluncurkan INKOP PAMSI.

Dalam UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa didirikannya koperasi pertama-tama adalah untuk memajukan kesejahteraan para anggotanya. Koperasi juga ikut berperan membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Disebutkan, fungsi dan peran koperasi adalah membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi juga berperan dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional, dan berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Atas dasar dan prinsip yang tergambar dalam UU Perkoperasian, Perpamsi yang merupakan induk organisasi perusahaan air minum yang berskala nasional, berinisiatif membentuk induk koperasi atau disebut koperasi sekunder yang nantinya beranggotakan koperasi-koperasi PDAM yang ada di Indonesia.

 

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

Didirikannya INKOP PAMSI sebagai wadah pengembangan perekonomian insane PDAM, oleh banyak pihak dinilai langkah yang tepat. Tak terlalu berlebihan bila DPP Perpamsi, selaku pemrakarsa program ini, sangat merespons dan mem-backup penuh terbentuknya INKOP PAMSI.

Namun tidak sedikit pula kalangan yang mempertanyakan mengapa baru sekarang DPP Perpamsi membentuk induk koperasi. Mengingat fungsi dan peran induk koperasi yang sangat strategis dalam rangka memajukan taraf hidup dan kesejahteraan anggotanya, pembentukan induk koperasi dinilai agak terlambat.

Ketua Umum INKOP PAMSI Ir. H. Azhar Latif yang dihubungi Majalah Air Minum tak menampik keterlambatan ini. Namun untuk sebuah kemajuan, kata Azhar Latif, lebih baik terlambat daripada tidak berbuat sama sekali.
 “Jadi memang kenapa nggak dari dulu. Ini yang saya maksud itu ibaratnya kita sudah terlambat, tapi artinya kita masih bisa berbuat. Nah, makanya saya minta dukungan dari seluruh pengurus koperasi yang ada di PDAM seluruh Indonesia untuk segera menjadi anggota,” kata Azhar Latif.

Azhar menambahkan apabila koperasi sekunder resmi terbentuk (saat ini masih menunggu keluarnya izin dari Kementerian Koperasi dan UKM, red), maka nantinya akan segera dibuat DPD-DPD yang mewakili koperasi di daerah. Namun apabila belum dibentuk pusat koperasi di daerah (DPD), setiap koperasi boleh mendaftar secara perorangan kepada induk koperasi yang berkedudukan di Jakarta.

“DPP dan Sekretariat sendiri nanti bisa bergabung dengan induk koperasi ini. Jadi artinya, kita terlambat tapi masih bisa berbuat,” katanya.

 

Perkembangan Perpamsi

Terbentuknya INKOP PAMSI, menurut Azhar Latif tak terlepas dari perkembangan dan kemajuan dari organisasi Perpamsi itu sendiri. Kemajuan yang telah dicapai oleh Perpamsi yang bisa dirasakan mulai beberapa tahun belakangan ini, mendorong DPP untuk melakukan terobosan baru yang bisa bermanfaat bagi organisasi maupun insan-insan di lingkungan PDAM.

“Saya melihat perkembangan Perpamsi sendiri. Pertama sekarang kita sudah membangun gedung pusat Perpamsi di Jakarta. Satu lagi saya berpikir bahwa Perpamsi itu milik pengurus, milik PDAM seluruh Indonesia, itu yang perlu digarisbawahi. Artinya bahwa saya punya wacana ke depan induk koperasi ini saya bangun adalah untuk karyawan-karyawan PDAM yang ada di Indonesia,” kata Azhar yang juga Sekretaris Umum DPP Perpamsi.

Dikatakan Azhar, apabila nanti induk koperasi ini maju, ia punya wacana akan membangun hotel Perpamsi. Apabila nanti karyawan PDAM yang ada di seluruh Indonesia mau berangkat ke Jakarta atau berlibur ke Jakarta, mereka bisa memanfaatkan fasilitas milik Perpamsi. Tidak seperti selama ini harus mengeluarkan biaya yang besar untuk biaya penginapan. Tak hanya itu, INKOP PAMSI juga bisa mendirikan lembaga keuangan seperti asuransi, lembaga pelatihan (training centre) dan sebagainya.

“Itu wacana kita. Tujuan kita untuk membangun IKOP PAMSI ini,” tandas Azhar seraya menambahkan soal legalitas formal saat ini tinggal menunggu keluarnya SK dari Menteri Koperasi yang bila tidak ada hambatan keluar bulan Januari 2008 ini.

 

Keuntungan Koperasi

Undang-Undang tentang perkoperasian secara jelas menggambarkan manfaat yang bisa diperoleh dengan membentuk dan menjadi anggota koperasi. Tak hanya bermanfaat bagi anggotanya. UU bahkan menjelaskan koperasi merupakan salah satu gerakan perekonomian yang turut memperkokoh perekonomian nasional.

Untuk INKOP PAMSI sendiri, Azhar Latif menjelaskan beberapa manfaat / keuntungan riil yang bisa didapatkan dengan menjadi anggota. Salah satunya, seandainya PDAM kesulitan pendanaan, atau kesulitan memperoleh material-material kebutuhan teknis PDAM. Dengan menjadi anggota, otomatis induk koperasi bisa menjembatani kebutuhan PDAM tersebut.

“Karena kalau kerja sama dengan swasta atau pihak lain, mungkin ada keraguan pihak lain untuk membesarkan perusahaan itu. Tapi kalau kerja sama sama dengan induk koperasi akan lebih mudah. Istilahnya induk koperasi ini sama dengan badan usaha. Kami bisa meyakinkan kita bisa Bantu menjembatani kebutuhan PDAM,” ujarnya.

Azhar menjelaskan pihaknya akan mencoba merangkul anggota-anggota kehormatan yang ada di [erpamsi (perusahaan-perusahaan yang selama ini memasok kebutuhan teknis PDAM seperti pipa-pipa, red) supaya INKOP PAMSI bisa ditunjuk selaku salah satu distributor produk mereka.

“Kita juga bisa bekerja sama mempromosikan produk-produk mereka kepada PDAM-PDAM. Kebetulan beberapa waktu lalu saya dari Madano sudah ada yang memesan salah satu produk. Nah, itu mudah-mudahan setelah ini selesai disahkan dan pengurusnya dilantik, akan kita kelola secara professional.”

Sembari menunggu SK keluar, kata Azhar, pihaknya saat ini terus melakukan persiapan-persiapan dan konsolidasi. Apa saja keinginan dan kebutuhan dari koperasi-koperasi itu. Tentu yang sudah jadi anggota menjadi prioritas. Dari pihak perbankan sendiri, karena memang yang khusus di koperasi adanya dana simpan pinjam, sekarang sudah banyak perbankan yang sudah mau bekerja sama dengan INKOP PAMSI.

 

Lantas bagaimana persyaratan untuk menjadi anggota? Apakah berat?

Menurut Azhar persyaratan menjadi anggota INKOP PAMSI tidaklah berat. Sama juga dengan menjadi anggota koperasi biasa di PDAM-PDAM. Tinggal mengikuti peraturan-peraturan sesuai AD / ART yang berlaku.

Pengelola profesional

Sebagai sebuah kegiatan usaha, INKOP PAMSI nantinya akan dijalankan dengan cara yang profesional.

Menurut Azhar, setelah kepengurusan resmi dilantik, nantinya yang akan mengelola koperasi itu setingkat manajer. Proses seleksi manager ini, seperti halnya proses pemilihan Direktur Eksekutif Perpamsi, akan dilakukan fit and proper test. Proses pencarian akan dilakukan secara terbuka melalui media massa bhawasanya dibutuhkan seorang manajer yang profesional.

“Manajer inilah yang nantinya akan membentuk organisasinya ke bawah,” ujar Azhar seraya menambahkan pengurus / pengelola induk koperasi sesuai peraturan Menteri Koperasi masa jabatannya adalah selama 5 tahun.

Soal sumber keuangan INKOP PAMSI di awal-awal menjalankan kegiatannya, Azhar menjelaskan bahwa sesuai yang disepakati di Rakernas, akan dibantu oleh DPP sebesar Rp 100 juta. Untuk kantor sementara ini INKOP PAMSI masih berkedudukan di Graha Perpamsi sebelum mendapatkan secretariat / kantor sendiri.

Bagaimana dengan hak dan kewajiban anggota?

Mengenai hal ini, kata Azhar, sudah ada di AD/ ART. Prinsipnya sama dengan AD / ART yang ada di koperasi primer. Tapi karena ini induk koperasi, tentunya harus mengacu ke tingkat nasional. Jadi artinya seluruh anggota koperasi, istilahnya mempunyai hak suara, punya pendapat, dan lain sebagainya.

Saat ditanya kapan INKOP PAMSI efektif berjalan, Azhar menjawab kalau Januari ini pengurusnya bisa dilantik, maka Februari sudah bisa berjalan. Maka dari itu pihaknya menghimbau kepada PDAM-PDAM yang punya koperasi segera bergabung di induk koperasi.

“Kita ingin induk koperasi ini seperti BUMN / BUMD yang ada di Indonesia karena Perpamsi ini akan kita bangun dan besarkan. Bila yang lain ada wisma / penginapan dan sebagainya kenapa kita tidak bisa seperti mereka. Tinggal bagaiman kita bisa me-manage menjadi induk koperasi yang besar di Indonesia. Amerika Negara maju, melalui koperasi inilah dia bisa membangun. Jadi di Indonesia kita belum terlambat,” demikian Azhar Latif.

Beranda  |  Webmail  |  Produk & Layanan  |  Careers  |